Acrylic Yarn, Cotton Yarn, Velvet Yarn, Semi wool yarn

Tapestry, Knitting, Crochet, Embroidery

Terinspirasi dari salah satu kultur dan filosofi jepang yaitu Wabi-sabi, wabi – sabi merupakan pandangan atau pemikiran untuk menemukan keindahan dalam setiap aspek ketidaksempurnaan alam. Ini tentang estetika hal-hal yang ada, yang "tidak sempurna, tidak kekal, dan tidak lengkap".

Wabi-sabi juga sangat dipengaruhi oleh ajaran Buddha dan aliran pemikirannya dapat dihubungkan dengan pemikiran Buddhis. Ini pada dasarnya adalah sebuah konsep atau ideologi yang berasal dari ‘ajaran Buddha’ dari tiga tanda keberadaan yaitu “ketidakkekalan” (mujō), penderitaan (ku) dan kekosongan atau ketiadaan sifat-diri (kū)”.

Wabi sabi adalah cara untuk menggambarkan apa yang alami dan murni dan untuk mengakui keindahan zat atau makhluk apa pun dalam bentuknya yang paling alami dan mentah. Ini menghilangkan konsep kecantikan buatan yang agak kebarat-baratan dan mengidolakan keadaan kesempurnaan yang tampaknya tidak dapat dicapai dan tidak wajar.

Background Gallery_edited.jpg

Qyara Canthika Noor R.H.

-

qyacan